Tahun Baru Islam menjadi hari libur nasional berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 1953. Tahun Baru Hijriah atau Tahun Baru Islam adalah hari penting bagi umat Islam karena menandai peristiwa bersejarah dalam Islam, yaitu penghijrahan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa ini diperingati pada 1 Muharam, yang merupakan awal tahun dalam Kalender Hijriah. Penghijrahan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah dijadikan sebagai titik awal perhitungan Kalender Hijriah.
Kalender Hijriah belum resmi digunakan pada zaman Nabi Muhammad SAW. Kalender ini baru diresmikan pada masa Khalifah Ar-Rasyidin kedua, Umar al-Faruq R.A. Pada saat itu, terdapat beberapa usulan dari para sahabat mengenai penetapan awal tahun Islam. Ada yang mengusulkan tahun Islam dimulai saat kelahiran Nabi Muhammad SAW, ada juga yang mengusulkan awal tanggal Islam pada saat Nabi diangkat sebagai nabi dan rasul. Namun, akhirnya diputuskan bahwa awal tanggal Islam ditetapkan berdasarkan penghijrahan Nabi Muhammad SAW.
Menurut buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriah (2012) oleh Ida Fitri Shohibah, perhitungan kalender Hijriah didasarkan pada rotasi bulan, berbeda dengan rotasi matahari. Hal ini menyebabkan hari-hari besar Islam terjadi pada musim yang berbeda setiap tahunnya.
Kenapa Disebut Tahun Baru Islam?
Tahun Baru Islam disebut demikian karena kalender Hijriah hanya digunakan oleh umat Islam dan memiliki sistem penanggalan yang berbeda dengan kalender Masehi. Sistem penanggalan dalam kalender Islam didasarkan pada siklus bulan. Dalam kalender Hijriah, hari atau tanggal dimulai saat terbenamnya matahari di tempat tersebut.
Kalender Hijriah dibangun berdasarkan rata-rata siklus sinodik bulan yang terdiri dari 12 bulan dalam satu tahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, jumlah hari dalam satu tahun adalah 354 hari (12 x 29,53059 hari). Hal ini membuat satu tahun dalam kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibandingkan dengan kalender Masehi, seperti yang dijelaskan dalam buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriah oleh Ida Fitri Shohibah. Karena kalender Hijriah dihitung berdasarkan rotasi bulan, yang berbeda dengan rotasi matahari, semua hari besar Islam dapat terjadi pada musim atau waktu yang berbeda-beda setiap tahunnya.
Tidak terkecuali kelurahan Purwosari, tepat nya di RW 1 kelurahan purwosari Peringatan Tahun Baru Islam Di peringati dengan perangkat kelurahan dan warga. diharapkan dengan diadakan acara seperti ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar warga dan meningkatkan pengetahuan tentang agama lebih baik lagi

SEBLAK PRASMANAN 3 TETEH PURWOSARI
844

UMKM DAPUR UMZA (cireng PMJ)
550

KELURAHAN PURWOSARI MELAKSANAKAN KEGIATAN SOSIALISASI DAN MONITORING PUSPAGA OMAH PELUK
245

MUSYAWARAH PERSIAPAN KEGIATAN HUT RI KE – 79 DI AULA KELURAHAN PURWOSARI
188

KASI EKOBANG KELURAHAN PURWOSARI MEMANTAU PROSES PENEBANGAN POHON BESAR YANG BERLOKASI DI SEPANJANG JL. RA KARTINI KELURAHAN PURWOSARI.
153

Rapat seluruh kasi dan staf purwosari
159
Jalan Beruang NO. 01 RT. 001 RW. OO1 Kelurahan Purwosari Kecamatan Metro Utara Metro Utara